cara menghadapi orang yang memiliki sifat dengki terhadap kita
SEBARKAN SALAM
Dari Abu Hurairah R.A, Rasululloh SAW berkata, "Demi Zat yang jiwaku ada di tangan-Nya, kalian tidak akan masuk syurga sebelum kalian beriman; dan kalian belum dikatakan beriman sebeum kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukan sesuatu yang jika kalian lakukan, maka akan timbul rasa cinta di antara kalian?Sebarkanlah salam di antara kalian!" (Riwayat Muslim nomor 54, Tirmidzi nomor 2688)
BERPERASANGKA BAIK KEPADA SESAMA MUSLIM
Ada riwayat Umar Bin Khathab R.A, bawasannya Rasulullah SAW pernah berkata, "Janganlah kamu berperasangka terhadap ucapan saudaramu kecuali dengan perasangka yang baik, karena bisa saja kamu akan mendapatkan jalan kebaika pada ucapannya itu." (Tafsir Ibnu Katsir 4/212)
BERSEDEKAH
Sedekah bisa membersihkan hati mensucikan jiwa seseorang. Oleh sebab itu, Alloh SWT memerintahkan kepada Nabi SAW agar mengambilnya, sebagaimana ditulis dalam al-qur'an:
"Ambilah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka....(At-Taubah [9]:103)
PUASA TIGA HARI DALAM SATU BULAN
Puasa adalah amalan yang bermanfaat untuk meredakan kekuatan syahwat dan amarah, serta melemahkan keinginan balas dendam. Puasa, dengan izin Alloh SWT dapat menghilangkan kemarahan serta rasa dendam.
Tentang hal ini Nabi SAW bersabda, "Maukah kalian aku kabarkan sesuatu yang bisa menghilangkan kedengkian hati? Berpuasalah kalian tiga hari dalam satu bulan." (Shahih An-Nasa'i: 2358,2386)
MEMBACA AL-QUR'AN
Al-Qur'an adalah penawar bagi segala penyakit Orang yang merugi adalah orang yang tidak mendapatkan obat dengan diturunkannya al-Qur'an,sebagaimana firman Alloh SWT dalam al-Qur'an surat yunus [10] ayat57.
MEMBERI NASIHAT
Nasihat juga merupakan salah satu sebab bersihnya hati dari rasa dengki. Orang yang memberikan nasihat harus meluruskan niatnya dan tidak merasa berat dalam menasihati. Menampakan kebenaran, bukan menunjukan cela, merendahkan atau menunjukan kekurangan serta kebdohan yang dinasihati. (Kitab Al-Farq Baina An-Nashihah wa At-Ta'yir:35)
Sebagaimana kesimpulan, menurut Imam Ibnul qoyyim Al-Jauziyah, ada perbedaan mendasar antara hati yang bersih dengan hati yang kotor,yang teperdaya, dan yang lalai. Hati yang bersih selamanya tidak akan menghendaki keburukan sedikitpun sehingga ia pun akan selamat dari keburukan tersebut.
Ibnul Qoyyim berkata, "Hati orang yang lalai adalah hati yang dimiliki oleh orang jahil dan kurang pengetahuannya. Hati yang lalai merupakan sesuatu yang tidak terpuji bahkan tercela. Sedangkan seseorang akan dikatakan baik bila terhindar dari keadaan seperti itu." (Kitab Al-Jawabul Kaafi, 126)
sumber majalah hidayatulloh edisi 9 | XXVI |Januari 2014 hal 17
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment