8:37 PM
0
Cara Bijak Menghapus Dengki
    Penyakit dengki memiliki latar belakang sejarah yang panjang. Ia juga mempunyai instruktur yang sangat berpengalaman,berwawasan luas,berumur panjang,dan sudah sangat teruji.yakni iblis la'natulloh 'alaih.
    kedengkian iblis dimulai sejak diciptakannya nenek moyang manusia, Nabi Adam. ketika para malaikat diperintahkan untuk bersujud kepada Adam, kemudian mengajarkannya nama-nama segala sesuatu, lalu Alloh menempatkan Adam disisi-Nya, Iblis tidak suka.
    Kedengkian itu diwariskan iblis kepada umat manusia sepanjang zaman. Di zaman Rosululloh,iblis menebar kedengkian dengan memprovokasi penduduk Quraisy.Kedengkian mereka dilukiskan oleh Alloh SWT dalam firman-Nya:
"Dan mereka berkata, "mengapa al-qur'an ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeriini(makkah dan thaif)?" (Az Zukhuf [43]:31)
    Kedengkian serupa juga dikobarkan iblis ke dalam dada kaus Yahudi. Bahkan, kedengkian mereka bukan sekedar persoalan Duniawi dan kemanusiaan tetapi sudah memasuki wilayah kekuasaan tuhan. Hal ini di ceritakan oleh Ummul Mukminin Aisyah R.A tentang perkataan Rasululloh SAW.
    "Sesungguhnya mereka tidaklah dengki kepada kita terhadap sesuatu sebagaimana dengkinya mereka terhadap hari jum'at yang telah Alloh tunjukan kepada kita dan mereka sesat darinya; dengki terhadap kiblat yang telah Alloh tunjukan kepada kita dan mereka sesat darinya;dan dengki terhadap ucapan amin kita di belakang imam." (Riwayat Ahmad dalam Ashl Sifat Sholah an-Nabi Saw:1/389)
    Pada kesempatan lain Rosululloh SAW menyatakan, "Penyakit umat sebelum kalian telah menjalar kepada kalian, yaitu hasad dan kebencian. (keduanya) adalah pencukur. Aku tidak mengatakan pencukur rambut namun pencukur agama," (Riwayat Turmudzi dan Ahmad, dalam Shahih Sunan at-Turmudzi:2038)
    Boleh jadi permasalahan yang menimpa umat islam saat ini juga diakibatkan oleh penyakit dengki,jika hal itu benar maka umat islam sekarang sedang berhadapan dengan penyakit yang sangat sulit dibersihkan,Padahal ujian dan cobaan keimanan yang lainnya masih sangat banyak.
    Untuk itu , kita harus waspada terhadap penyakit dengki dan semisalnya. Ini seperti disampaikan oleh Abu Huroiroh R.A bahwasannya Rosululloh SAW bersabda, "Waspadalah kalian terhadap prasangka, sesungguhnya perasangka itu sedusta-dusta ucapan.Janganlah kalian bertahassus (mengumpulkan keburukan orang lain) , Janganlah kalian bertajassus (mencari kesalahan orang lain),Jangan saling bersaing, Jangan saling bermusuhan," (Riwayat Muslim dan Bukhori dalam Shahih al-Jaami' ash-Shaghir: 2679 dan Ghayah al-Maram: 417)
    Oleh karena itu,kita harus berjuang keras membersihkan penyakit dengki tahap demi tahap agar keimanan kita semakin kuat dan sempurna.Bagaimana caranya?Berikut ini adalah uraiannya.
pertama, ikhlas
    Dari Zaid Bin Tsabit R.A, Bahwasannya Rosululloh SAW bersabda, "Tidak akan ada kedengkian sedikitpun pada hati seseorang Muslim,manakala terdapat padanya tiga perkara, yaitu keikhlasan dalam beramal, memberi nasihat kepada pemimpin, dan berpegang kepada jamaah kaum muslimin, karena doa mereka menyertainya. (Riwayat Ahmad dalam kitab Al-Misykat no: 229)
Kedua, Ridho dengan ketentuan Alloh SWT
    Ibnul Qoyyim rahimahulloh berkata, :Keridhoaan akan membuka pintu keselamatan bagi seorang hamba, dan akan membersihkan hati dari tipu daya, hasad, dan dengki. Sesungguhnya tidak ada yang bisa selamat dari siksa Alloh Ta'ala kecuali orang-orang yang menghadap Alloh dengan hati yang bersih, dan tidak mungkin hati bisa menjadi bersih tanpa diiringi dengan keridhaan. Semakin bertambah perasaan ridho seseorang maka akan semakin bersih hatinya. Hati yang bersih dan kebaikan yang menyertainya akan muncul beriringan dengan keridhaan ; sebaliknya kejahatan , kedengkian dan khianat juga akan muncul beriringan dengan rasa kecewa dan rasa tidak ridha. Hati yang hasad merupakan buah dari kecewa. Sedang hati yang bersih adalah buah dari rasa ridha." (kitab Madarijis-Salikin:2/216)
Ketiga, memohon perlindungan kepada Alloh SWT
    Seorang mukmin hendaknya senantiasa berdoa kepada Robb-Nya, baik untuk dirinya maupun saudara-saudaranya, agar diberi hati yang bersih. Karena begitulah kebiasaan orang-orang yang shaleh dahulu, sebagaimana Alloh SWT ceritakan dalam Al-Qur'an surat al-Hasyr [59] ayat 10.
    Nabi SAW juga pernah mengajarkan doa, "Waslul sakhiimata qalbiy (Wahai Alloh, hapuskanlah kedengkian yang ada dalam hatiku)."
sumber majalah hidayatulloh edisi 9 | XXVI |Januari 2014 hal 16-17













0 comments:

Post a Comment