7:12 PM
0
 : Mempersiapkan instalasi sistem operasi jaringan berbasis GUI
1.1. Windows Operating System 
Ketika NT pertama dipublikasikan, terdistribusi dengan dua versi, yaitu Windows NT 3.1 dan Windows NT Advanced Server 3.1. ketika kedua produk tersebut memperlihatkan peningkatan yang menakjubkan, kekurangan mereka ialah tidak kompatibel dengan program Windows sebelumnya, dan kebutuhannya akan hardware menggagalkan keinginan untuk menyaingi sistem operasi dari Novell Netware . Pada musim gugur 1994, Microsoft meluncurkan NT 3.5. Keluarannya ini terlengkapi dengan perubahan penting serta penyempurnaan. Seperti layanan akses multiprotokol menggunakan PPP (point to point protocol), pengurangan penggunaan memori, perbaikan bug, penulisan ulang stack TCP/IP, dan banyak lainnya. Tambahan lainnya ialah Microsoft menamai produknya menjadi Windows NT Workstation dan Windows NT Server, yang disertai dengan optimasi lebih lanjut pada arsitektur internal. Dengan peluncuran tersebut, Windows NT mulai mempunyai nama besar dalam industri server. Media massa mulai menyorotnya serta beberapa orang mulai memprediksikan bahwa ia akan menggeser Novell. Sekarang ini dengan edisi NT 4.0, Microsoft telah mengupayakan untuk membuat Windows NT menjadi standar bagi sistem operasi jaringan. NT Server 4.0 tidak hanya mempunyai user interface Windows 95, tetapi juga fasilitas lainnya seperti OLE Network (Object Linking and Embedding), Internet Information Server (IIS) 2.0, RAS multilink dan RAS autodial, Point-to-Point Tunneling Protocol (PPTP), DNS dan WINS yang terintegrasi, router yang multi protokol terintegrasi. Sistem Operasi dengan 16 dan 32 bit Perbedaan penting dari 16 bit dan 32 bit sistem operasi ialah cara bagaimana mereka menangani struktur internal. Akhir-akhir ini, Microsoft mengumumkan bahwa mereka bekerja pada versi pseudo-64 bit NT. Meskipun sistem operasi tersebut tidak full 64-bit, NT akan menangani 64-bit struktur data dan 64-bit flat memory space. Satu hal yang paling diuntungkan dari perubahan ini ialah basis data. Dengan menggunakan pengalamatan 64-bit, dapat didukung basis data yang sangat besar. Ada perbedaan besar antara sistem operasi 16-bit dengan 32-bit, yaitu mendukung mode 32-bit protected, model memori flat, yang mana menyediakan
  Bab II . Pemelajaran
manajemen memori lebih bersih daripada 16-bit Windows, dan mengizinkan program untuk membuat dan mengalamatkan struktur data yang sangat besar. Basis dari sistem operasi 32-bit Windows ialah kernel 32-bit yang komplit. Kernel ini berfungsi antara lain : penjadwalan sistem dan manajemen memori.  Sistem operasi 32-bit memungkinkan kita untuk menggunakan device driver 32- bit, yang mana keuntungannya antara lain ialah memungkinkan SO untuk berkomunikasi dengan device lebih cepat. Tidak menggunakan DOS lagi Windows NT tidak berisi kode DOS dalam kernelnya. Semuanya dikerjakan melalui emulasi pada pemanggilan standar DOS. Windows 95 masih mengandalkan kode DOS untuk menjalankan aplikasi DOS. Windows 95 sebenarnya terdiri atas dua sistem operasi dalam satu paket, yaitu Windows 4.0 dan DOS 7.0 Meskipun tidak ada DOS, Windows NT tetap dapat menjalankan banyak program DOS sepanjang mereka atidak mencoba mengakses secara langsung hardware atau membutuhkan device driver khusus. Hal ini dimungkinkan terjadi karena NT membuat lingkungan DOS virtual.  
1.2. Media Penyimpan Pada PC 
1.2.1. HARD DISK
Hard disk adalah suatu device dari PC yang berfungsi sebagai media penyimpan
data (storage) dan juga termasuk ke dalam salah satu memori eksternal dari
sebuah PC.  
Hard disk sendiri terdiri dari berbagai komponen – komponen pembentuk hard
disk dan akan dijelaskan di bawah ini.
  

Komponen Harddisk
Komponen-komponen hard disk, di antaranya : 

Piringan logam (platter) yang berfungsi sebagai tempat penyimpan data.
Jumlah piringan ini beragam, mulai 1, 2,3 atau lebih. Piringan ini diberi
lapisan bahan magnetis yang sangat-sangat tipis (ketebalan dalam orde
per sejuta inchi). Pada saat ini digunakan teknologi thin film (seperti pada
prosesor) untuk membuat lapisan tersebut. 

Head , berupa kumparan. Head pada hard disk berbeda dengan head pada
tape. Pada tape proses baca dan tulis (rekam) menggunakan dua head
yang berbeda, sedangkan pada hard disk proses baca dan tulis
menggunakan head yang sama. HD biasanya memiliki head untuk tiap-
tiap sisi platter, untuk hard disk dengan 2 platter dapat memiliki sampai 4
head, hard disk dengan 3 platter dapat memiliki sampai 6 platter. Tetapi
tidak berarti hardisk dengan 16 head harus memiliki 8 platter. Di sinilah
kita kenal teknik translasi . Teknik ini akan diulas di bawah. 

Rangkaian Elektronik pada PCB (printed circuit board) , terdiri dari:

Rangkaian penguat untuk pembacaan (read preamplifier) yang diperlukan
karena signal yang diperoleh head dari piringan sangat lemah.

D S P ( d i g i t a l s i g n a l p r o c e s s o r ) , untuk proses yang berhubungan dengan
sinyal-sinyal digital, seperti konversi sinyal listrik yang datang menjadi
sinyal digital yang akan dituliskan ke piringan. 

chip memory , digunakan sebagai cache buffer

Konektor , untuk melakukan komunikasi dengan CPU. Untuk HD IDE,
jumlahnya 40 pin

Spindle dan
a c t u a t o r a r m m o t o r c o n t r o ll e r , untuk mengontrol putaran
piringan dan peletakkan head baca/tulis.     
Bagian-Bagian Harddisk    
Perputaran Piringan Harddisk 

Motor dari hard disk berfungsi untuk memutar platter. Ketika komputer
distart, motor ini mulai bekerja dan memperdengarkan suara yang khas.
Jika suara ini tidak benar maka dapat diduga bahwa motor HD tidak
bekerja dengan baik.
Kecepatan putar motor ini mulai dari 3600 rpm sampai 10000 rpm dengan
arah berlawanan dengan arah perputaran jarum jam (counter-clockwise).
Putaran yang sangat cepat ini mengakibatkan adanya gaya pada
permukaan piringan yang disebabkan oleh udara. Gaya ini memungkinkan
head untuk mengambang pada ketinggian beberapa mikro inchi di atas
permukaan platter/piringan. di atas piringan. Drive semacam ini disebut
bernoulli drive .  “Ketinggian” ini jauh lebih kecil dibanding ukuran rambut
manusia, apalagi debu dari rokok.  
Jarak yang dekat ini dimaksudkan agar head dapat membaca atau
menulis dengan kerapatan yang tinggi. Dengan jarak sedekat itu, Anda
tidak perlu terlalu takut. Hard disk sudah dirancang agar dalam keadaan
normal (harap diingat) head tidak menyentuh permukaan platter. Jika
hard disk dimatikan, maka piringan akan berhenti berputar akibatnya gaya
yang mengangkat head akan hilang dan head akan mendarat di piringan.
Lokasi pendaratan head sudah ditentukan pada daerah tertentu yang
disebut landing zone (LZone) sehingga tidak akan merusak data yang ada
pada daerah lain.  
Jika dalam keadaan bekerja head sedikit saja tergoncang, maka akan
menyebabkan head akan menyentuh permukaan piringan dan
kemungkinan besar akan menyebabkan kehilangan data, kerusakan
sebagian kecil dari piringan akan merusak head atau seluruh piringan.
Bayangkan jika pada saat tertempel pada piringan akibat ada goncangan
ada perintah bergerak ke tempat lain, maka head akan meninggalkan
"jejak-jejak" bad sector pada piringan hard disk. Tapi pembuat hard disk
sudah merancang agar head tetap stabil dalam kondisi goncangan
tertentu, saat ini goncangan yang dapat ditoleransi mencapai
70 sampai
100 kali gravitasi (70-100 G).  
Head Hard Disk, Rambut Dan Debu 

Head adalah komponen yang paling mahal dari hard disk dan karakteristik
head sangat menentukan kinerja hard disk. Head terbuat dari bahan
magnetis dengan bentuk seperti "C". Kumparan (koil) yang terbuat dari
kawat mengelilingi head. Pada saat menulis, arus yang melewati koil akan
menimbulkan medan magnet yang digunakan untuk memagnetisasi
permukaan platter. Sedangkan pada saat membaca, medan magnet pada
permukaan platter akan menimbulkan arus pada koil ini. 
Data "0" dan "1" disimpan dalam piringan dalam bentuk
pola-pola
magnet . Head baca/tulis membentuk pola ini ke piringan ketika proses
penulisan terjadi, ketika membaca head akan mengkonversi bentuk pola
ini ke dalam bentuk "0" dan "1". Lapisan magnetik terdiri dari daerah-
daerah mikroskopik yang disebut
domain . Setiap domain seperti magnet
mungil dengan kutub-kutub yang berlawanan (utara/selatan atau
positif/negatif). Data "1" dipresentasikan sebagai daerah dengan kutub
positif di sisi kiri sedangkan data "0" dipresentasikan sebagai daerah
dengan kutub positif di sisi kanan. Ada cara efektif untuk merekam data
"0" dan "1" yaitu dengan teknik flux reversal. Ketika head akan
menuliskan "1" maka head akan membalik polaritas magnet, sedangkan
untuk "0" head tidak akan membalik polaritasnya.
Gerakan head dikendalikan oleh actuator arm (lengan penggerak).
Kombinasi dari head dan platter sering disebut head disk assembly (HDA) .
Actuator arm digerakkan oleh positioning motor, yaitu motor yang
berfungsi untuk mengatur posisi dari lengan (dan tentu saja posisi dari
head). Motor ini dikontrol oleh hard disk controller pada rangkaian
elektronik di hard disk. Motor ini memiliki sistem kontrol yang amat hebat,
dengan sistem feedback motor ini dapat meletakkan head baca/tulis pada
posisi yang sangat akurat. Mengapa hal ini dapat dilakukan? Vendor hard
disk menggunakan suatu teknik yang disebut servo positioning , teknik
inilah yang memungkinkan adanya feedback dalam sistem kontrol
penempatan head hard disk. Servo sendiri berisi informasi mengenai track
dsb yang sangat penting dalam proses penempatan head. Teknik ini
memiliki dua tipe, yaitu dedicated servo dan embedded servo. Dedicated
servo menggunakan satu permukaan dari hard disk hanya untuk servo
saja. Tentu saja cara ini merugikan karena menghabiskan tempat pada
hard disk. Teknik kedua menempatkan informasi servo secara tersebar
pada setiap track sehingga kapasitas hard disk tetap dapat dipertahankan.
Pada kenyataannya, saat ini teknik kedua yang digunakan, sedangkan
teknik pertama digunakan pada hard disk yang dibuat pada masa lalu. 

0 comments:

Post a Comment